Kamis, 03 Maret 2011

Pengertian Dari Sarjana Membumi

Belajar di sebuah Perguruan Tinggi telah menjadi harapan bagi semua pelajar yang telah menyelesaikan studinya disekolah. Apalagi bisa sampai masuk ke Perguruan Tinggi Negeri itu pasti sudah jadi keinginan yang teramat sangat bagi setiap pelajar. Namun ternyata tidak mudah bagi seorang pelajar atau calon mahasiswa yang ingin mewujudkan itu semua, dikarenakan banyak faktor yang menghambat mereka semua untuk mendapatkan cita-cita mereka.
Banyak yang bisa melanjutkan ke jenjang tersebut namun ternyata kebanyakan mereka semua hanya bermain-main, tidak serius, mencari kepuasan dan masih banyak lagi yang tidak seharusnya mereka lakukan. Padahal kalau mereka yang berprilaku seperti itu mereka berpikir, bagaimana sulitnya orang tuanya mencari nafkah bagi mereka. Tetapi mereka hanya mengikuti keinginan hawa nafsunya, maka tidaklah heran kalau banyak dari mereka yang belum bisa lulus-lulus dari jenjang tersebut atau yang bisa kita sebut sebagai “Mahasiswa Abadi”.
Jika kita melihat lebih jauh lagi, banyak sekali saudara-saudara kita yang ingin sekali melanjutkan sekolahnya sampai mendapat gelar Sarjana harus menutupi keinginannya dan cita-citanya karena tidak mampu dari segi banyak hal.
Seharusnya di negeri yang teramat besar ini banyak lulusan-lulusan yang dapat menjadi pemimmpin-pemimpin di negeri ini dengan keahliannya masing-masing, saya yakin Indonesia akan menjadi salah satu Negara yang berkembang dan mungkin bisa mengalahkan banyak Negara-negara di dunia.
Oleh karena itu para calon lulusan ini harusnya mereka berpikir konsep bagaimana menjadi seorang “SARJANA YANG MEMBUMI”. Apakah itu? Sarjana yang bagaimanakah itu? Dan bagaimana cara menjadi seperti itu?
Sarjana Membumi adalah seorang sarjana yang dapat bermanfaat bagi siapapun di sekitarnya karena lulusan tersebut memiliki sebuah komitmen yang pasti dan tujuan yang baik bagi semua orang yang menjadi bagian dari lingkungannya maupun tidak. Menjadi seorang sarjana membumi itu sangatlah sulit bagi mereka yang hanya mengikuti keinginan dan hawa nafsu yang negatf-negatif saja, tetapi bagi yang selalu berpikir positif, selalu mengembangkan kreatifitasnya dan tidak mudah menyerah itulah yang akan menjadi bakal calon Sarjana yang Membumi.
Banyak cara-cara untuk menjadi seorang Sarjana yang Membumi asalkan dia percaya akan kemampuannya sendiri maka keberhasilan akan menghampirinya. Seorang Sarjana Membumi harus bisa berguna bagi bangsa dan negaranya dikemudian hari, dengan menggunakan keahlian dan kemampuannya maka bisa membangun negeri ini.
Selain itu seorang Sarjana yang Membumi harus bisa beadaptasi dimanapun dia berada karena dengan begitu dia bisa memberikan manfaat positif bagi orang-orang disekitarnya. Maka dari itu kita sebagai calon penguasa negeri ini janganlah bermalas-malasan, sudah saatnya kita membangun negeri kita yang tercinta ini agar dapat makmur dan sejahtera.

2. Makna Dari "Sukses"

Kegagalan adalah awal dari kesuksesan sering kita mendengar kata-kata itu, tapi kebanyakan orang hanya terpaku dengan kata kegagalan saja. anyak orang yang tidak mau lagi bangkit setelah mereka menerima kegagalan. Karena arti sukses adalah berhasil dalam suatu hal. Karena sepertinya makna dari kesuksesan dan sukses tadi sangat amat mendalam sehingga banyak orang takut bergerak ke jalan kesuksesan tadi. Sukses, bagi kebanyakan orang hanyalah impian saja atau hanya sebuah angan-angan dan hal itu jauh dari pikiran.Padahal, sukses itu bukanlah hal yang perlu kita takuti, sesuatu yang sangat besar dan sangat sulit untuk diraih. Kesuksesan itu ada di depan mata kita setiap detiknya. Hanya saja, kita sering disibukkan oleh berbagai hal yang terjadi di sekitar diri kita yang justru hal tadi menjauhkan kita dari “kesuksesan” tadi. Jadi, mulai sekarang tetaplah semangat walupun kita sering mengalami suatu kegagalan. Dan jangan pernah menyerah untuk meraih kesuksesan.

1. Bagaimana kiat belajar di perguruan tinggi

Setelah menuntaskan pendidikan di Sekolah Menengah Atas, sebagian dari kita yang beruntung bisa melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi baik itu di akademi, ataupun universitas. Untuk sebagian masyarakat kita, melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi sepertinya masih dianggap sebagai suatu kemewahan, anggapan ini wajar di tengah kondisi ekonomi seperti sekarang ini. Pendidikan boleh jadi merupakan kebutuhan yang tidak begitu utama dikarenakan kebutuhan yang mendasar lainnya saja belum bisa dipenuhi secara maksimal. Begitulah fenomena yang ada di masyarakat kita sekarang ini terutama untuk daerah yang agak tertinggal, dimana kesadaran masyarakatnya juga masih rendah terhadap pentingnya pendidikan. Bagi calon mahasiswa yang mungkin telah mendapat kesempatan untuk meraih pendidikan di bangku kuliah ada baiknya jika melihat ada beberapa banyak teman-teman mereka yang tidak di beri kesempatan untuk melanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi. Selayaknya mereka bersyukur karena diberikan kemampuan dan kesempatan tersebut.
Beberapa hal yang mungkin perlu diperhatikan setelah mereka mendapatkan perguruan tinggi yang mereka minati adalah:
  1. Mulailah kegiatan pembelajaran di bangku kuliah dengan semangat dan minat yang tinggi.
  2. Terimalah apapun keputusan yang telah dibuat seperti jurusan yang diambil dengan penuh tanggung jawab dan kesadaran akan konsekuensi yang harus mereka hadapi.
  3. Tetapkan standar nilai yang akan diraih dan usaha-usaha untuk mencapainya.
  4. Konsisten dengan rencana balajar yang telah di susun, mengikuti aktivitas pembelajaran dengan serius dan bertanggungjawab.
  5. Kuatkan aspek psikis untuk menghadapi permasalahan yang timbul dalam lingkungan belajar maupun tempat tinggal dan bergaullah dengan orang-orang yang mempunyai kualitas kepribadian yang bagus.
  6. Kuatkan aspek fisik yaitu dengan rutin berolahraga atau mengikuti unit-unit kegiatan kemahasiswaan. Selain mengembangkan kompetensi sosial juga melatih fisik supaya mampu mengikuti irama aktifitas perkuliahan yang super sibuk.
  7. Mengikuti kajian-kajian keagamaan untuk meningkatkan pengetahuan dan memberikan penyegaran bagi aspek kejiwaan.
  8. Komunikasi yang lancar dengan keluarga akan memberikan motivasi dan semangat untuk segera menyelesaikan kuliah dan dengan prestasi yang memuaskan.
link : Setelah menuntaskan pendidikan di Sekolah Menengah Atas, sebagian dari kita yang beruntung bisa melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi baik itu di akademi, ataupun universitas. Untuk sebagian masyarakat kita, melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi sepertinya masih dianggap sebagai suatu kemewahan, anggapan ini wajar di tengah kondisi ekonomi seperti sekarang ini. Pendidikan boleh jadi merupakan kebutuhan yang tidak begitu utama dikarenakan kebutuhan yang mendasar lainnya saja belum bisa dipenuhi secara maksimal. Begitulah fenomena yang ada di masyarakat kita sekarang ini terutama untuk daerah yang agak tertinggal, dimana kesadaran masyarakatnya juga masih rendah terhadap pentingnya pendidikan. Bagi calon mahasiswa yang mungkin telah mendapat kesempatan untuk meraih pendidikan di bangku kuliah ada baiknya jika melihat ada beberapa banyak teman-teman mereka yang tidak di beri kesempatan untuk melanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi. Selayaknya mereka bersyukur karena diberikan kemampuan dan kesempatan tersebut.
Beberapa hal yang mungkin perlu diperhatikan setelah mereka mendapatkan perguruan tinggi yang mereka minati adalah:
  1. Mulailah kegiatan pembelajaran di bangku kuliah dengan semangat dan minat yang tinggi.
  2. Terimalah apapun keputusan yang telah dibuat seperti jurusan yang diambil dengan penuh tanggung jawab dan kesadaran akan konsekuensi yang harus mereka hadapi.
  3. Tetapkan standar nilai yang akan diraih dan usaha-usaha untuk mencapainya.
  4. Konsisten dengan rencana balajar yang telah di susun, mengikuti aktivitas pembelajaran dengan serius dan bertanggungjawab.
  5. Kuatkan aspek psikis untuk menghadapi permasalahan yang timbul dalam lingkungan belajar maupun tempat tinggal dan bergaullah dengan orang-orang yang mempunyai kualitas kepribadian yang bagus.
  6. Kuatkan aspek fisik yaitu dengan rutin berolahraga atau mengikuti unit-unit kegiatan kemahasiswaan. Selain mengembangkan kompetensi sosial juga melatih fisik supaya mampu mengikuti irama aktifitas perkuliahan yang super sibuk.
  7. Mengikuti kajian-kajian keagamaan untuk meningkatkan pengetahuan dan memberikan penyegaran bagi aspek kejiwaan.
  8. Komunikasi yang lancar dengan keluarga akan memberikan motivasi dan semangat untuk segera menyelesaikan kuliah dan dengan prestasi yang memuaskan.
link : http://bambangsutrisno.multiply.com/journal/item/5/Tips_sukses_belajar_di_Perguruan_Tinggi

Rabu, 02 Maret 2011

ORGANISASI PERUSAHAAN

BAB II

TEORI ORGANISASI KLASIK

Konsep tentang organisasisebenarnya sudah berkembang mulai 1800-an, dan konsep sekarang dikenal sebagai teori klasik (classical theory) atau disebutteori tradisonal. Para toeritis klasik menekankan pentingnya “rantai pemerintah” dan penggunaan disiplin, aturan dan supervisi ketat untuk mengubah organisasi agar beroprasi lebih efisien. Teori klasik berkembang dalam tiga aliran : Birokrasi, Teori Administrasi, dan Manajemen Ilmiah. Semua dikembangkan tahun 1900-1950 oleh kelompok penulis yang berkerja secara terpisah dan tidak berhubungan langsung.

Teori klasik mendefinisikan organisasi sebagai struktur hubungan, kekuasaan, tujuan, peranan, kegiatan, komunikasi dan faktor lainnya.

v TTEORI BIROKRASI

Teori yang dikemukakan oleh Max Weber dalam bukunya : The Protestant Ethic and Spirit of Capitalism, dan The Theory of Social and Economic Organization, buku yang diharapkan menjadi karya terbesar tetapi tidak dapat diselesaikan hingga saat ajalnya.

Kata birokrasi berasal dari kata legal-rasional, organisasi disebut rasional. Menurut Weber bentuk organisasi yang birokratik secara kodratnya adalah bentuk organisasi yang efisien, Weber berpendapat masyarakat perlu membentuk organisasi “baru” yang lain dari organisasi tradisional. Weber menemukakan karakteristik birokrasi sebagai berikut :

1. Pembagian kerja yang jelas

2. Hirarki wewenang yang dirumuskan secara baik.

3. Program rasional dalam pencapain tujuan organisasi.

4. Sistem prosedur bagi penanganan situasi kerja.

5. Sistem aturan mencakup hak dan kewajiban posisi para pemegang jabatan.

6. Hubungan antar pribadi yang bersifat “impersonal”.

Jadi birokrasi adalah sebuah model organisasi normatif, yang menekan struktur dalam organisasi.

v TTEORI ADMINISTRASI

Teori admnistrasi adalah bagian kedua dari teori organisasi klasik, berkembang tahun 1900 atas dasar sumbangan Hendri Fayol dan Lyndall Urwick dari Eropa, serta Mooney dan Reiley di Amerika.

HENDRI FAYOL (1841-1925)

Seorang industrialis dari Perancis, tahun 1916 menulis masalah tehnik dan administrasi dalam buku Administration Industrielle et Generale (Administrasi Industri dan Umun). Fayol menyatakan bahwa semua kegiatan dapat dibagi 6 (enam) kelompok :

1. Kegiatan teknikal (produksi, manufacturing, adaptasi).

2. Kegiatan komersial (pembelian, penjualan, pertukaran).

3. Kegiatan finansial (pencarian suatu pengguna optimun dari modal).

4. Kegiatan keamanan (perlindungan terhadap karyawan dan personalia organisasi).

5. Kegiatan akuntasi (penentuan persediaan, biaya, penyusuna neraca dan laporan).

6. Kegiatan manajerial (perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian dan pengawasan).

Fayol mengemukakan dan membahas 14 kaidah manajemen yang menjadi dasar perkembangan teori administrasi sebagai berikut :

1. Pembagian kerja (devision of work).

2. Wewenang dan tanggung jawab (authority and responsibility).

3. Disiplin (discipline).

4. Kasatuan perintah (unity of command).

5. Kesatuan pengarahan (unity of direction).

6. Mendahulukan kepentingan umum dari pada kepentingan pribadi (subordination of individual interests to general interests).

7. Balas jasa (remuneration of personnel).

8. Sentralisasi (Centralization).

9. Rantai skalar (scalar chain).

10. Aturan (order).

11. Keadilan (equity).

12. Kelanggengan personalia (staility of tenure of personnel).

13. Inisiatif (initiative).

14. Semangat koprs (esprit de corps).

URWICK DAN GULICK : MOONEY AND REILLY

Gulick dan urwick memperkenalkan prinsip yang berhubungan denganpembagian kerja, koordinasi, penciptaan departemen yang disusun atas dasar“tujuan, proses, personalia dan tempat” dan penggunaan staf. Urwick melihat kesulitan administratif, penerapan kaidah organisasi (terutama birokrasi) dalam praktek, sehingga dia mengembangakan teknik penerapannya. Hal ini dikenal sebagai Urwick’s technique. Dasar teori oraganisasi klasik, menurut Urwick bersifat universal. Mereka menekan tiga prinsip organisasi yang mereka teliti dan temukan dijalankan dalam organisasi pemerintahan, agama, militer dan bisnis, ketiga prinsip tersebut adalah : Prinsip koordinasi, Prinsip skalar, Prinsip Fungsional.

v MANAJEMEN ILMIAH

Bagian ketiga dari teori klasik adalah manajemen ilmiah (Scientific Management), dikembangakan tahun 1900 oleh Frederick Winslow Taylor. Dalam buku literatur, manajemen ilmiah sering diartikan berbeda. Arti pertama, merupakan penerapan metode ilmiah pada study, analisa, dan pemecahan masalah organisasi. Kedua, manajemen ilmiah adalah seperangkap mekanisme atau teknik “a bag of tricks” untuk meningkatkan efisiensi kerja organisasi. F.W. Taylor mencoba mengembangakan metode kerja lebih efisien dengan mengadakan pendekatan ilmiah terhadap masalah manajemen. Taylor mengemukakan empat kaidah dasar manajemen yang harus dilakukan dalam oraganisasi perusahaan, yaitu :

1. Menggantikan metode kerja dalam praktek dengan berbagai metode yang dikembangakan atas dasar ilmu pengetahuan tantang kerja ilmiah yang benar.

2. Mengadakan seleksi, latihan dan pengembangan para karyawan secara ilmiah , agar memungkinkan para karyawan bekerja baik sesuai spesialisasinya.

3. Pengembangan ilmu tentang kerja serta seleksi, latihan dan pengembangan secara ilmiah harus diintegrasikan, sehingga karyawan dapat kesempatan mencapai tingkat upah yang tinggi.

4. Mencapai manfaat manajemen ilmiah, perlu dikembangakan semangat dan mental para karyawan melalui pendekatan antara karyawan dan manajer.

Secara ringkas, Taylor telah mengidentifikasi karakterisktik manajemen ilmiah :

Science, not rule of thumb. Harmony, not discord. Cooperation, not individualism. Maximum output, in place of rentricted output. The development of each man to his greatest efficiency and prosperity.

TEORII KLASIK : ANATOMI ORGANISASI FORMAL

Rangkuman konsep dasar teori oraganisasi klasik dapat diuraikan berikut ini :

a. Definisi organisasi formal

Unsur pokok organisasi formal yang selalu muncul dalam leteratur-litaratur manajemen adalah : Sistem kegiatan yang terkoordinasi, kelompok orang, kerjasama untuk mencapai tujuan. Organisasi formal adalah sistem kegiatan yang terkoordinasi dari sekelompok orang yang bekerja bersama untuk mencapai tujuan di bawah kekuasaan dan kepemimpinan.

b. Dasar-dasar organisasi menurut teori klasik

Adanya suatu organisasi atau koordinasi tergantung pada empat kondisi pokok yang harus ada sebelumnya “kesatuan kegiatan” (unity of action), kondisi tersebut sebagi berikut : Kekuasaan, Saling melayani, Doktrin, Disiplin. Dasar ini dapat diterapkan untuk merancang struktur dan bentuk organisasi.

c. Tiang dasar teori organisasi formal

1) Pembagian kerja : Para ahli teori organisasi klasik menyebutkan pembagian kerja sebagai tiang dasar paling penting di antara empat tiang dasar teori organisasi klasik.

2) Proses skalar dan fungsional : Proses ini adalah proses pertumbuhan vertikal dan horizontal organisasi. Proses skalar adalah mengenai perkembangan rantai perintah yang menghasilkan pertambahan tingkat pada struktur organisasi.

3) Struktur : Struktur adalah hubungan antara berbagai kegiatan berbeda yang dilaksanakan di dalam suatu organisasi. Tujuan struktur ialah menyediakan/memberi wadah pada fungsi organisasi, agar tujuan organisasi tercapai dengan efektif .

BAB III

TEORI ORGANISASI NEOKLASIK

Teori neoklasiik dikembangkan atas dasar teori klasik, teori neoklasik merubah, menambah, dan dalam banyak hal memperluas teori klasik. Teori ini mendefinisikan suatu organisasi sebagai kelompok orang dengan tujuan bersama. Definisi ini berbeda dengan definisi klasik. Teori neoklasik, banyak menekankan pentingnya aspek sosial dalam pekerjaan (atau organisasi formal) san aspek psikologis (emosi).

PERKEMBANGAN TEORI NEOKLASIK

Perkembangan teori neoklasik dimulai dengan tulisan Hugo Munsterberg. Pendekatan neoklasik ditemukan juga dalam buku tentang hubungan manusiawi seperti Gardner dan Moore, Human Ralation in Industry.

Hugo munsterberg

Sebagai pencetus psikologi industri yang diakui luas, Hugo menulis bukunya yang paling menonjol, Psychology and industrial Efficiency tahun 1913. Munsterberg sangat menghargai hasil kerja pencetus manajemen ilmiah seperti Taylor, Gilberth, Emerson, Gantt. Dia mengembangkan metode tes psikologis ilmiah untuk mencari karakteristik phisik dan mental individu yang cocok dengan kebutuhan suatu jabatan. Pada dasarnya Munsterberg menekankan adanya perbedaan karakteristik individual dalam organisasi. Munsterberg mengingatkan adanya pengaruh faktor sosial dan budaya.

Percobaan-percobaan Hawthorne

Percobaan yang dilakukan tahun 1924-1932 niscaya merupakan kristalisasi teori neoklasik, hasilnya dilaporkan secara terperinci oleh F.J. Roethlisberger, asisten riset Elton Mayo dan William J. Dickson dari Western Electric. Percobaan dilakukan di pabrik Hawthorne milik perusahaan Western Electric di Cicero, Illinois, dekat Chicago dan disponsori oleh National Research Council (lembaga riset nasional).

Percobaan pertama dilakukan untuk meneliti pengaruh perbedaan tingkat penerangan (cahaya) dalam pekerjaan terhadap prokduktivitas kerja atau efisiensi para karyawan. Percobaan ini terus dilakukan untuk menemukan faktor “misterius” yang mempengaruhi kenaikan produktivitas kerja. Penemuan Hawthorne pertama ini menunjukkan bahwa ada variable lain disamping kondisi kerja phisik yang mungkin mempengaruhi prilaku karyawan dan tingkat keluaran.

Percobaan kedua bulan april 1927, melibatkan kelompok kecil pekerja, terdiri dari enam orang gadis pekarja pada perakitan listrik. Dari hasil penelitian, para peneliti mengambil kesimpulan bahwa hubungan sosial atau manusiawi diantara para pekerja, peneliti dan peyelia (supervisors) lebih penting dalam menentukan produktivitas dari pada perubahaan kondisi kerja diatas. Moral pekerja yang tinggi akan menaikan produktivitas. Jadi para ahli peneliti Hawthorne mengemukakan pentingnya perasaan dan sikap para karyawan serta kelompok kerja mereka.

Bulan November 1931 Percobaan terakhir, tujuan observasi ini adalah untuk memahami bagaimana norma-norma yang mengendalikan hasil kerja setiap organisasi dikembangkan oleh kelompok sosial para pekerja atau organisasi informal. Kontrtibusi penting study Hawthorme, penemuan Hawthorme, telah menambah dimensi baru dan esensial bagi teori organisasi. Studi Hawthorme memperkenalkan gagasan bahwa organisasi adalah suatu sistem terbuka dimana segmen teknis manusiawi saling berkaitan.

KRITIK DAN “USUL” PERUBAHAAN NEOKLASIK PADA TIANG DASAR TEORI ORGANISASI FORMAL

Pengikut aliran neoklasik adalah mereka yang membahas kelemahan model klasik pada prilaku oraganisasi , tetapi tidak menentang seluruh teori klasik. Teori organisasi klasik dapat diuraikan berikut ini.

Pembagian Kerja (Division of Labor)

Sejak pembagian kerja dilakukan,timbul masalah yang disebut anomie. Anomie adalah situasi di manapedoman kerja tidak ada (“lack of rule”) dan disiplin diri menjadi berkurang (:lack of self-discipline”). Di samping itu orang menjadi binggung, takut bertanya dan merasa dirinya diabaikan (“aloness among many”). Mengakibatkan timbul gejala depersonalisasi dan dysfunction, sehingga tidak kooperatif. Oleh karena itu teori neoklasik mengemukan perlunya :

1. Partisipasi atau melibatkan setiap orang dalam proses pengambilan keputusan, agar tidak merasa “terlibat”.

2. Perluasan kerja (job enlargement) sebagai kebalikan diri pola spesialisasi, agar orang menjadi tidak terlalu spesialisasi.

3. Management bottom-up yang memberi kesempatan kepada “para junior” untuk berpatisipasi dalam pengambilan keputusan manajemen puncak.

Proses-proses skalar dan fungsional

Proses skalar dan fungsional (scalar and fungtional processes) menimbulkan berbagai masalah dalam pendelegasikan wewenang dan tanggung jawab. Asumsi teori klasik mengenai proses pendelegasian adalah bahwa kapasitas (memerintahkan dan menugaskan) fungsinya. Jadi, kita dapat menyimpulkan bahwa toeri klasik menganggap bahwa wewenang cenderung sama dengan kapasitas orang yang ditujukan oleh fungsi dalam organisasi.

Struktur organisasi

Teori neoklasik menyatakan bahwa struktur merupakan penyebab terjadinya pergeseran (frictions) internal di antara orang yang melaksanakan fungsi yang berbeda-beda. Menurut Melville Dalton penyebabnya adalah :Perbedaan tugas antara orang lini dan staf, Perbedaan umur dan pendidikan, Perbedaan sikap.

Untuk menghapus konflik struktural tersebut, neoklasik memberikan usulan rumusan yang akan membuat struktur menjadi harmonis, yaitu partisipasi, manajemen bottom-up, panitia bersama, penghargaan akan martabat manusia, dewan direktur junior diberi kesempatan dan komunikasi yang lebih baik .

Rentang Kendali

Neoklasik menyatakan bahwa rentang kendali atau resiko atasan-bawahan adalah tidak selalu 1 : 8 dan sebagainya. Neoklasik menjawab pertanyaan mana yang lebih baik antara struktur tall dan flat, dengan jawaban bahwa hal itu adalah situasional. Karena perbedaan individu dan organisasi, kadang yang satu lebih baik dari pada yang lain, maka rentang kendali tidak dapat ditetapkan secara kaku.

PANDANGAN NEOKLASIK TERHADAP ORGANISASI INFORMAL

Titik tekanan teori neoklasik adalah pada dua elemen pokok dalam organisasi, yaitu perilaku individu dan kelompok pekerja. Organisasi informal berarti kelompok alamiah yang terbentuk sebai hasil interaksi di antara para karyawan dalam situasi kerja mereka. Faktor Yang dapat menentukan munculnya organisasi informal, antara lain :

1. Lokasi, untuk membentuk suatu kelompok, orang harus mempunyai kontak tatap muka (face to face) yang ajeg.

2. Jenis pekerjaan, faktor kunci yang menentuka munculnya dan komposisi organisasi informal.

3. Minat (interests), walaupun orang mungkin ada pada lokasi yang sama, melaksanakan kerja yang sejenis, perbedaan minat di antara mereka menjelaskan mengapa muncul beberapa organisasi informal kecil, di samping satu yang besar.

4. Masalah-masalah khusus : orang yang tidak mempunyai minat, pekerjaan dan lokasi yang sama bergabung bersama untuk kepentingan khusus.

Bekerja dengan organisasi informal ini berarti tidak mangabaikan keberadaannya, mendengarkan pendapat kelompok yang disuarakan oleh pemimpin mereka, melibatkan partisipasi kelompok dalam pengambilan keputusan, dan mengendalikan komunikasi informal dengan menyebarkan informasi yang lebih cepat dan tepat.

BAB IV

TEORI ORGANISASI MODERN

Aliran terbesar ketiga dalam teori organisasi dan manajemen adalah teori modern. Teori modern telihat semua unsur organisasi sebagai satu kesatuan. Teori modern adalah multidisiplin dengan sumbangan dari berbagai bidang ilmu pengetahuan.

DASAR PEMIKIRAN TEORI ORGANISASI MODERN

Teori organisasi dan manajemen modern dikembangkan tahun 1950. Teori modern dalam banyak hal mendasarkan berbeda dengan teori klasik. Pertama, teori klasik memusatkan pandangannya pada analisa dan deskripsi organisasi. Seseorang akan menjadi seorang ahli dalam spesialisasi bidangnya, tetapi mingkin dia tidak mampu memandang keseluruhan. Kedua, ilmu pengetahuan klasik telah membicarakan konsep koordinasi, skalar dan vertikal. Di sini dikemukakan pentingnya perancanaan, pengorganisasian, pengawasan, kominikasi, motivasi, dan intergrasi demi kesuksesannya operasi tujuan organisasi.

Teori modern bisa disebut sebagai teori organisasi dan manajemen umun yang memadukan teori klasik dan neoklasik dengan konsep yang lebih maju. Teori modern cenderung memandang organisasi sebagai sistem terbuka, dengan dasar analisa konseptual, dan didasarkan pada data empiris, serta sifatnya sentesa dan integratif. Teori modern menyebutkan bahwa suatu organisasi adalah sangat kompleks, dinamis, multilevel, multidimensional, multivariable, dan probabilistik. Sebagai suatu sistem, organisasi terdiri atas 3 unsur : (1) unsur struktur makro, (2) unsur proses yang juga bersifat makro, (3) unsur prilaku anggota organisasi yang bersifat mikro. Ketiganya saling kait-mengkait dan sebenarnya tak terpisahkan satu sama lain.

Teori Sistem Umum

Tujuan toeri sistem umum adalah menciptakan suatu ilmu pengetahuan organisasional universal dengan menggunakan elemen dan proses umum seluruh sistem sebagai titik awal. Ada beberapa tingkatan sistem yang harus diintegrasikan. Kenneth Boulding mengemukakan klasifikasi tingkat sistem sebagai berikut :

1. Struktur statik.

2. Sistem dinamika sederhana.

3. Sistem sibernetik.

4. Sistem terbuka.

5. Sistem genetika sosial.

6. Sistem hewani.

7. Sistem manusiawi.

8. Sistem sosial.

9. Sistem transedental.

Teori sistem umum membicarakan setiap tingkatan sistem, sedangkan teori organisasi modern memusatkan diri terutama pada tingkat organisasi manusia.

Teori Organisasi Dalam Suatu Kerangka Sistem

Teori organisasi modern sebenarnya bukam merupakan kesatuan kerangka berpikir. Setiap penulis dan peneliti mempunyai tekanan khusus yang berbeda pada suatu bagian bila mereka membicarakan sistem organisasi. Teori organisasi modern adalah multidisipliner yang konsep dan tekniknya dikembangkan dari banyak bidang studi, seperti sosiolog, teori administrasi, ekonomi, psikolog, ekologi, operations research. Berikut ini akan diuraikan bermacam-macam unsur yang tercakup dalam analisis sistem, yaitu bagian organisasi sebagai sistem, interaksinya, proses dan tujuan sistem. Bagian dari sistem dan saling ketergantungaannya.

Bagian dasar pertama adalah individu, dan struktur kepribadiannya yang diberikan kepada organisasi. Bagia kedua sistem adalah penentuan fungsi formal, yang biasa disebut organisasi formal. Bagian ketiga dalam sistem organisasi adalah organisasi informal. Bagian keempat adalah struktur status dan peranan. Bagian kelima adalah lingkungan phisik pelaksanaan pekerjaan.

Proses hubungan dalam sistem. Teori organisasi modern menunjukkan tiga kegiatan proses hubungan universal yang selalu muncul pada sistem manusia dalam prilakunya berorganisasi. Ketiga proses berikut adalah :

1. Komunikasi disebut juga dalam teori neoklasik, tetapi tekanannya pada deskripsi bentuk kegiatan komunikasi, yaitu formal-informal, vertiakal-horizontal dan lini-staf.

2. Konsep keseimbangan adalah mengenai penyeimbangan mekanisme yang dicapai dengan jalan menjaga hubungan struktural yang harmonis antara bagian dalam sistem.

3. Proses pengambilan keputusan adalah variable internal dalam suatu organisasi yang tergantung pada pekerjaan, harapan individu, motivasi dan struktur organisasi.

PENDEKATAN-PENDEKATAN MANAJEMEN

Pendekatan Proses

Pendekatan keprilakuan

Pendekatan kuantitatif

Pendekatan sistem

Pendekatan Contingency (Sirtuasional)

Senin, 29 November 2010

KOORDINASI DAN RENTANG MANAJEMEN

KOORDINASI
Koordinasi (coordination) adalah proses pengintegrasian tujuan-tujuan dan kegiatan-kegiatan pada satuan-satuan yang terpisah (departemen atau bidang-bidang fungsional) suatu organisasi untuk mencapai tujuan organisasi secara efisien.
Tiga macam saling ketergantungan di antara satuan-satuan organisasi, yaitu:

1. Saling ketergantungan yang menyatu (pooled interdependence)
Bila satuan-satuan organisasi tidak saling tergantung satu dengan yang lain dalam melaksanakan kegiatan harian tetapi tergantung pada pelaksanaan kerja setiap satuan yang memuaskan untuk suatu hasil akhir.

2. Saling ketergantungan yang berurutan (sequential interdependence)
Dimana suatu satuan organisasi harus pekerjaannya terlebih dahulu sebelum satuan lain dapat bekerja.

3. Saling ketergantungan timbal balik (raciprocal interdependence)
Merupakan hubungan memberi dan menerima antar satuan organisasi.

Empat tipe perbedaan dalam sikap dan cara kerja di antara bermacam-macam individu dan departemen-departemen dalam organisasi menurut Paul R. Lawrence dan Jay W. Lorch adalah:

1. Perbedaan dalam orientasi terhadap tujuan tertentu.
Para anggota dari departemen yang berbeda mengembangkan pandangan-pandangan mereka sendiri tentang bagaimana cara mencapai kepentingan organisasi yang baik.

2. Perbedaan dalam oriantasi waktu
Manajer akan lebih memperhatikan masalah-masalah yang harus dipecahkan segera atau dalam periode waktu pendek. Bagian penelitian dan pengembangan lebih terlibat dengan masalah-masalah jangka panjang.

3. Perbedaan dalam orientasi antar pribadi.
Kegiatan produksi memerlukan komunikasi dan pembuatan keputusan yang cepat agar prosesnya lancar, sedang bagian penelitian dan pengembangan mungkin dapat lebih santai dan setiap orang dapat mengemukakan pendapat serta berdiskusi satu dengan yang lain.

4. Perbedaan dalam formalitas struktur.
Setiap tipe satuan dalam organisasi mungkin mempunyai metoda-metoda dan standar-standar yang berbeda untuk mengevaluasi program terhadap tujuan dan untuk balas jasa bagi karyawan.

Pendekatan-pendekatan untuk Pencapaian Koordinasi yang Efektif
Komunikasi adalah kunci koordinasi yang efektif. Koordinasi secara langsung tergantung pada perolehan, penyebaran dan pemrosesan informasi. Semakin besar ketidakpastian tugas yang dikoordinasi, semakin membutuhkan informasi. Pada dasarnya koordinasi merupakan pemrosesan informasi.

Tiga Pendekatan untuk pencapaian koordinasi yang efektif:

1. Pendekatan Pertama: TEKNIK-TEKNIK MANAJEMEN DASAR
Dengan mempergunakan teknik-teknik manajemen dasar : hirarki manajerial, rencana dan tujuan sebagai pengarah umum kegiatan-kegiatan serta aturan-aturan dan prosedur-prosedur.

2. Pendekatan Kedua: MENINGKATKAN KOORDINASI POTENSIAL
Menjadi diperlukan bila bermacam-macam satuan organisasi menjadi saling tergantung dan lebih luas dalam ukuran dan fungsi.

3. Pendekatan Ketiga: MENGURANGI KEBUTUHAN AKAN KOORDINASI
Dalam beberapa situasi adalah tidak efisien untuk mengembangkan cara pengkoordinasian tambahan. Ini dapat dilakukan dengan penyediaan tambahan smber daya-sumber daya untuk satuan-satuan organisasi atau penglompokan kembali satuan-satuan organisasi agar tugas-tugas dapat berdiri sendiri.

Mekanisme-mekanisme Pengkoordinasian Dasar
1. Hirarki manajerial.
Rantai perintah, aliran informasi dan kerja, wewenag formal, hubungan tanggung jawab dan akuntanbilitas yang jelas dapat menumbuhkan integrasi bila dirumuskan secara jelas serta dilaksanakan dengan pengarahan yang tepat.
2. Aturan dan prosedur.
Adalah keputusan-keputusan manajerial yang dibuat untuk menangani kejadian-kejadian rutin, sehingga dapat juga menjadi peralatan yang efisien untuk koordinasi dan pengawasan rutin.
3. Rencana dan penetapan tujuan.
Pengembangannya dapat digunakan untuk pengoordinasian melalui pengarah seluruh satuan orgaisasi terhadap sasaran-sasaran yang sama. Ini diperlukan bila aturan dan prosedur tidak mampu lagi memproses seluruh informasi yang dibutuhkan untuk mengoordinasikan kegiatan-kegiatan satuan-satuan oraganisasi.

Meningakatkan koordinasi potensial
1. Sistem informasi vertikal.
Adalah peralatan melalui mana data disalurkan melewati tingkatan-tingkatan organisasi. Komunikasi dapat terjadi di dalam atau di luar rantai perintah. Sistem informasi manajemen telah dikembangkan dalam kegiatan-kegiatan seperti pemasaran, keuangan, produksi, dan operasi-operasi internasional untuk meningkatkan informasi yang tersedia bagi perencanaan, koordinasi, dan pengawasan.
2. Hubungan-hubungan lateral (harizontal).
Melalui pemotongan rantai perintah, hubungan-hubungan lateral membiarkan informasi dipertukarkan dan keputusan dibuat pada tingkat hirarki dimana informasi yang dibutuhkan ada.
Beberapa hubungan lateral, yaitu:
a. Kontak langsung antara individu-individu yang dapat meningkatakan efektivitas dan efisiensi kerja.
b. Peranan penghubung, yang menangani komunikasi antar departemen sahingga mengurangi panjangnya saluran komunikasi.
c. Panitnya dan satuan tugas. Panitnya biasanya diorganisasi secara formal dengan pertemuan yang dijadwalkan teratur. Satuan tugas dibentuk bila dibutuhkan untuk masalah-masalah khusus.
d. Pengintegrasian peranan-peranan, yang dilakukan oleh misal manajer produk atau proyek, perlu diciptakan bila suatu produk, jasa atau proyek khusus memerlukan tingkat koordinasi yang tinggi dan perhatian yang terus menerus dari seseorang.
e. Peranan penghubung manajerial, yang mempunyai kekuasaan menyetujui perumusan anggaran oleh satuan-satuan yang diintegrasikan dan implementasinya. Ini diperlukan bila posisi pengintegrasian yang dijelaskan pada d di atas tidak secara efektif mengoordinasikan tugas tertentu.
f. Organisasi matriks, suatu mekanisme yang sangat baik bagi penanganan dan penyelesaian proyek-proyek yang kompleks.

Metoda Pengurangan Kebutuhan akan Koordinasi, yaitu:
1. Penciptaan sumber daya-sumber daya tambahan.
Sumber daya-sumber daya tambahan memberikan kelonggaran bagi satuan-satuan kerja. Penambahan tenaga kerja, bahan baku atau waktu, tugas diperingan dan masalah-masalah yang timbul berkurang.
2. Penciptaan tugas-tugas yang dapat berdiri sendiri.
Teknik ini mengurangi kebutuhan koordinasi dengan mengubah karakter satuan-satuan organisasi. Kelompok tugas yang dapat berdiri sendiri diserahi suatu tanggung jawab penuh salah satu organisasi operasi (perusahaan).

Penentuan Mekanisme Koordinasi yang Tepat
Pertimbangan penting dalam penentuan pendekatan yang paling baik untuk koordinasi adalah menyesuaikan kapasitas organisasi untuk koordinasi dengan kebutuhan koordinasi. Bila kebutuhan lebih besar dari kemampuan, organisasi harus menentukan pilihan: meningkatkan koordinasi potensial atau mengurangi kebutuhan. Sebaliknya, terlalu besar kemampuan pemrosesan informasi relatif terhadap kebtuhan secara ekonomis tidak efisien, karena untuk menciptakan dan memelihara mekanisme-mekanisme tersebut adalah mahal. Kegagalan untuk mencocokkan kemampuan pemrosesan informasi dengan kebutuhan akan menyebabkan penurunan prestasi.


Perbandingan mekanisme-mekanisme pengkordinasian.

Mekanisme Kompleksitas Biaya Kapasitas
pemrosesan
informasi

Sederhana Murah Rendah
1. Aturan dan prosedur
2. Hirarki manajemen
3. Rencana dan penetapan
tujuan
4. Sistem informasi
Vertikal dan/atau
hubungan lateral
Kompleks Mahal Tinggi


RENTANG MANAJEMEN
Rentang manajemen atau rentang kendali adalah kemampuan manajer untuk melakukan koordinasi secara efektif yang sebagian besar tergantung jumlah bawahan yang melapor kepadanya. Prinsip rentang manajemen berkaitan dengan jumlah bawahan yang dapat dikendalikan secara efektif oleh seorang manajer. Bawahan yang terlalu banyak kurang baik, demikian pula jumlah bawahan yang terlalu sedikit juga kurang baik.

Istilah-istilah lain rentang manajemen:
1. span of control
2. Span of authority
3. Span of attention atau span of supervision

Hubungan rentang manajemen dan koordinasi:
”Semakin besar jumlah rentang, semakin sulit untuk mengoordinasi kegiatan-kegiatan bawahan secara efektif.”

Alasan mengapa penentuan rentang yang tepat sangat penting adalah:
1. Retang manajemen mempengaruhi penggunaan efisien dari manajer dan pelaksanaan kerja efektif dari bawahan mereka.
Terlalu melebarnya rentang berarti manajer harus mengendalikan jumlah bawahan yang besar sehingga menyebabkan tidak efisien. Sebaliknya jika rentang terlalu sempit dapat menyebabkan manajer tidak digunakan sepenuhnya.
2. Ada hubungan antara rentang manajemen di seluruh organisasi dan struktur organisasi.
Semakin sempit rentang manajemen, struktur organisasi akan berbebtuk ”tall” dengan banyak tingkat pengawasan di antara manajemen puncak dan tingkat paling rendah. Sedangkan rentang manajemen yang melebar akan menghasilkan struktur yang berbentuk ”flat” yang berarti tingkat manajemen semakin sedikit dan akan mempengaruhi efektifitas manajer di semua tingkatan.

Jumlah Rentang Yang Ideal

Menurut Henri Fayol
Jumlah maksimum bawahan yang dapat dikendalikan oleh setiap pengawas produksi dalam organisasi adalah 20 sampai 30 karyawan, sedang setiap kepala pengawas (superintendent) dapat mengawasi hanya 3 atau4 pengawas produksi.

Menurut V.A. Graicunas (Konsultan dan ahli Matematika Perancis)
Dalam memilih suatu rentangan, menajer harus mempertimbangkan tidak hanya hubungan satu dengan satu secara langsung dengan bawahan yang diawasi tetapi juga hubungan mereka dengan bawahan dalam kelompok dua atau lebih. Jadi, dengan tiga karyawan seorang manajer mempunyai hubungan dengan setiap individu, dan dengan tiga kelompok yang berbeda, yaitu kombinasi dari setiap dua karyawan, dan dengan kelompok yang terdiri dari ketiganya.
Pendekatan Graicunas:

Keterangan:
R = Jumlah Hubungan
n = jumlah bawahan


Menurut Lyndall F. Urwick
Tidak ada eksekutif yang dapat mengendalikan secara langsung kerja lebih dari lima, atau paling banyak enam bawahan.

Menurut Jendral Ian Hamilton
Otak rata-rata manusia hanya memiliki ruang lingkup yang efektif dalam penanganan dari tiga sampai enam otak manusia lainnya.
Meskipun begitu jumlah rentang menejemen yang mutlak ideal sulit ditentukan, karena hal ini tergantung pada banyak variabel, seperti besarnya organisasi, teknologi, spesialisasi, kegiatan-kegiatan rutin, tingkat manajemen dan sifat-sifat pekerjaan lainnya. Karena itu para penulis hanya dapat menemukan rentang yang optimal untuk situasi khusus melalui penentuan batasan rentangan bagi organisasi pada umumnya.

Rentang Manajemen dan Tingkatan Organisasional

A. 1 Tingkatan Manajemen
1 Manajer Rentangan datar (Flat)
(32) Karyawan

B. 2 Tingkatan Manajemen
5 Manajer Rentangan lebih tinggi

C. 3 Tingkatan Manajemen
11 Manajer
Rentang Tinggi (tall)

PENJELASAN
Suatu organisasi (secara teoritik) dengan 32 tenaga operatif ditunjukan dalam tiga struktur rentang manajemen, di mana setiap struktur memerlukan jumlah manajer yang berbeda.
 Pada struktur A, seorang menajer mengawasi secara langsung keseluruhan 32 bawahan, yang menghasilakn rentang manajemen yang sangat lebar dan struktur organisasi yang datar (flat).
 Pada struktur B, menunjukan rentangan manajemen yang lebih sempit dan struktur organisasi yang lebih tinggi.
 Pada struktur C, dengan retang manajemen hanya 4 ada 11 manajemen dengan 3 tingkatan, yang membuat rentang manajemen sangat sempit dan struktur organisasi sangat tinggi.


Rentang Manajemen Lebar Versus Sempit

1. Rentang Manajemen Yang Melebar
Alasan digunakan: Tingkatan hirarki yang semakin tinggi cenderung mengurangi kecepatan waktu penyebaran informasi dari atas ke bawah.
 Lebih banyak jumlah tingkatan yang dilalui informasi, lebih besar kemungkinan penyimpangan atau distorsi.
 Penambahan tingkatan menajemen memakan biaya, karena memerlukan penambahan gaji meterial.
 Penggunaan sumber daya manajer secara efisien.

2. Rentang Manajemen Yang Menyempit
Alasan digunkan: pada umumnya moral dan produktifitas karyawan akan meningkat dalam organisasi-organisasi kecil daripada dalam organisasi-organisasi besar.
 Penggunaan rentang manajemen terlalu melebar berarti manajer tidak akan dapat menjalankan fungsi-fungsi dengan efektif dan mencurahkan perhatiannya kepada seluruh bawahan secara perseorangan.
 Koordinasi dan kooperasi berkembang baik, karena setiap individu mengelola fungsi sendiri dan dengan bantuan minimum dari atasan.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Rentang Manajemen

Pada dasarnya faktor-faktor pengaruh yang dipertimbangkan adalah:
1. Kesamaan fungsi-fungsi
Semakin sejenis fungsi-fungsi yang dilaksanakan oleh kelompok kerja, rentangan semakin melebar.
2. Kedekatan geografis
Semakin dekat kelompok kerja ditempatkan, secara fisik, rentangan semakin melebar.
3. Tingkat pengawasan langsung yang dibutuhkan
Semakin sedikit pengawasan lengsung dibutuhkan, rentangan semakin melebar.
4. Tingkat koordinasi pengawasan yang dibutuhkan
Semakin berkurang koordinasi yang dibutuhkan, rentangan semakin melebar.
5. Perencanaan yang dibutuhkan manajer.
Semakin sedikit perencanaan yang dibutuhkan, rentangan semakin melebar.
6. Bantuan organisasional yang tersedia bagi pengawas.
Lebih banyak bantuan yang diterima pengawas dalam fungsi-fungsi seperti penarikan, latihan, dan pengawasan mutu, rentangan semakin melebar.

Secara ringkas, tidak ada rumusan ajaib yang dapat menentukan ukuran rentang manajemn yang tepat. Contigency approach dalam mana ukuiran rentangan bervariasi menurut beberapa variabel memberikan pengertian tersebut.



Faktor-faktor lain yang dapat digunakan sebagai pedoman:
1. Faktor-faktor yang berhubungan dengan situasi.
Rentang manajemen dapat relatif melebar bila:
 Pekerjaan bersifat rutin
 Operasi-operasi stabil
 Pekerjaan bawahan sejenis
 Bawahan dapat bekerja tidak tergantung satu dengan lain
 Prosedur-prosedur dan metoda-metoda dibuat secara baik dan telah diformalisasi
 Pekerjaan tidak membutuhkan tingkat pengawasan yang tinggi.

2. Faktor-faktor yang berhubungan dengan bawahan
Rentang manajemen dapat relatif melebar bila:
 Bawahan adalah terlatih baik untuk pekerjaan tertentu.
 Bawahan lebih senang bekerja tanpa pengawasan ketat.

3. Faktor-faktor yang berhubungan dengan atasan.
Rentangan manajemen dapat relatif melebar bila:
 Manajer adalah terlatih baik dan berkemampuan tinggi.
 Manajer menerima bantuan dalam pelaksaan kegiatan-kegiatan pengawasannya.
 Manajer tidak mempunyai kegiatan-kegiatan tambahan selama pengawasan dilaksanakan.
 Manajer lebih menyukai gaya pengawasan yang lepas daripada ketat.

Sumber : http://aditiaa.blogspot.com/2009/03/koordinasi-dan-rentang-manajemen.html

PENGORGANISASIAN

Bagan organisasi memperlihatkan susunan fungsi-fungsi, departemen-departemen, atau posisi-posisi organisasi dan menunjukan hubungan diantaranya. Bagan organisasi memperlihatkan lima aspek utama suatu struktur organisasi.
  1. Pembagian kerja.
  2. Manajer dan bawahan atau rantai perintah.
  3. Tipe pekerjaan yang dilaksanakan.
  4. Pengelompokan segmen-segmen pekerjaan.
Bentuk-bentuk bagan organisasi terdiri dari :
  1. Bentuk piramid. Bentuk yang paling banyak digunakan karena sederhana, jelas dan mudah dimengerti.
  2. Bentuk vertikal. Bentuk yang agak meyerupai bentuk piramid dalam hal pelimpahan kekuasaan dari atas ke bawah, hanya bagian vertikal berwujud tegak sepenuhnya.
  3. Bentuk horizontal. Bagan ini digambarkan secara mendatar, aliran wewenang dan tanggung jawab digambarkan dari kiri ke kanan.
  4. Bentuk lingkaran. Bagan ini mekekankan pada hubungan antara satu jabatan dengan jabatan lain.


Departementalisasi

Ada beberapa cara di mana organisasi dapat memutuskan pola organisasi yang akan digunakan untuk mengelompokkan kegiatan-kegiatan yang bermacam-macam untuk dilaksanakan. Proses ini disebut departementalisasi. Bentuknya adalah atas dasar:
  1. Fungsi: pemasaran, akuntansi, produksi, atau keuangan.
  2. Produk atau jasa: divisi mesin cuci, lemari es, televisi atau radio.
  3. Wilayah: divisi DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah.
  4. Langganan: penjualan industri, pedagang eceran, pemerintah.
  5. Proses atau peralatan: departemen pemotongan, kelompok perakitan, bagian pembungkusan.
  6. Waktu: shift pagi, shift siang, shift malam.
Sumber : pksm.mercubuana.ac.id

Selasa, 09 November 2010

Wartawarga Gunadarma

Kemajuan teknologi dalam berbagai bidang kini sangat berkembang pesat, termasuk dalam teknologi informasi. Informasi kini bisa kita dapatkan dalam berbagai bentuk. Seperti media masa, media masa pun sekarang semakin banyak. Visual maupun njon visual. Televisi, radio, koran,majalah, spanduk, billboard, internet dan banyak lagi.

Universitas Gunadarma merupakan salah satu Universitas yang sangat up todate dalam informasi. Karena hanya segelintir Universitas yang mempunyai sarana E-news (berita elektronik) seperti Universitas Gunadarma.

Universitas Gunadarma mempunyai sarana berita, WARTA WARGA GUNADARMA. tempat para mahasiswa berkretivitas dalam menulis dan dapat di publish di dalam Warta Warga Gunadarma yang bisa dibrowsing oleh siapa saja.

Warta Warga Gunadarma sebagai wadah mahasiswa Gunadarma dalam menulis. Tulisan tersebut di publish dalam Warta Warga Gunadarma yang dapat dilihat melalui http://wartawarga.gunadarma.ac.id/.
Adanya Warta Warga Gunadarma dapat melihat potensi atau bakat lain dari mahasiswa.
Manfaat dari Warta Warga Gunadarma bagi pembaca adalah dapat memberikan informasi tentang tema diantara lain:
• Adat Istiadat
• Cerpen
• Disain & Arsitektur
• Ekonomi&Bisnis
• Elektronika & Otomotif
• Fashion
• Featured
• Hobi
• Hukum & Perundangan
• Indonesiaku
• Karya Ilmiah
• Keluarga & Parenting
• Kuliner
• Lingkungan Hidup
• Media dan Telekomunikasi
• Musik
• News and Events
• Obat dan Kesehatan
• Olah Raga
• Opini
• Pendidikan
• Perilaku & Gaya Hidup
• Psikologi
• Puisi
• Renungan
• Reportase
• Resensi Buku
• Resensi Film
• Sastra
• Sketsa Kehidupan
• Software Review
• Teknologi
• Tips and Trick
• Tokoh
• Umum
• Wawancara Wisata

Dengan berbagai macam tema berisi kan banyak posting, postingan yang ada bukan sekear tulisan, tapi dapat dikatakan merupakan tulisan yang bermutu. Dapat dilihat kelayakannya.
Selain Warta Warga Gunadarma membelikan informasi secara universal Warta Warga juga meberikan informasi local yaitu informasi untuk khusus mahasiswa Gunadarma. Warta warga gunadarma memberikan banyak bagi mahasiswa khhususnya Gunadarma. Selain info-info yang ada di Warta Warga Gunadarma disitu punkita dapat melihat komunity yang keren-keren yang sedang banyak diminati oleh orang-orang.
Manfaat yang dirasakan dari Warta Warga Gunadarma sangat besar, membantu mahasiswa menuangkan pikiran,mengajarkan cara penulisan yang baik layaknya jurnalis, informasi yang uptodate, membuat mahasiswa kreativ menggunakan kata-kata, dan banyak lagi.
Dengan Warta Warga Gunadarma wawasan pikiran menjadi luas.

Sumber : google.com